Keutamaan Menyambung Silaturahmi

keutamaan silaturahim

Menyambung tali silaturahim adalah bentuk amal sholih yang mulia, silaturahmi atau silaturahim mengandung pengertian menyambung hubungan persaudaraan senasab setelah adanya keretakan hubungan oleh sebab-sebab tertentu. Orang yang terlebih dahulu menjalin hubungan, maka dialah orang yang disebut dengan menyambung tali kekerabatan.

Pahala yang diraih oleh orang yang memulai menyambung tali kekerabatan jauh lebih besar dibanding orang yang berbuat baik setelah orang berbuat baik kepadanya.

Pada asalnya, hukum berbuat baik kepada manusia secara umum diperintahkan. Hanya saja, berbuat baik kepada kerabat yang memiliki ikatan senasab jauh lebih ditekankan. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya :

“Apakah jika kalian berkuasa kalian akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?” (QS:Muhammad:22)

Imam Ibnu Katsir rahimahulloh menjelaskan bahwa ayat ini adalah larangan berbuat kerusakan di bumi secara umum dan larangan memutuskan hubungan tali silaturahim secara khusus. Sebaliknya Alloh Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan untuk berbuat baik di muka bumi ini dan menyambung tali silaturahim yaitu berbuat baik kepada kerabat dalam perkataan, perbuatan, dan mendermakan harta.

Diantara faidah dan keutamaan menyambung silaturahim adalah sebab dilapangkannya rezeki dan amal sholih yang bernilai ibadah, serta mendatangkan pahala bagi pelakunya. Rasulullah Shallallohu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

”Barangsiapa yang menginginkan dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan usianya maka hendaknya ia menyambung tali silaturahim.” (HR.Muslim)Keutamaan Menyambung Silaturahmi

Keutamaan Menyambung Silaturahmi

Sedangkan memutus hubungan kekerabatan adalah perbuatan dosa besar. Pelaku yang memutus jalinan silaturahim terancam dengan tidak masuk syurga, Ia menyandang status pelaku dosa besar jika meninggal belum bertaubat. Rasulullah Shallallohu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

“Tidaklah masuk syurga orang yang memutuskan hubungan tali silaturahim”(HR.Muslim)

Imam an-Nawawi Rahimahulloh menjelaskan dua kemungkinan pemahaman terhadap hadist ini. Pertama, maksudnya orang yang menghalalkan perbuatan memutus silaturahim tanpa sebab dan tanpa syubhat sedang dia mengetahui akan keharaman perbuatan tersebut, maka orang tersebut kafir kekal di neraka dan tidak akan masuk syurga selamanya. Kedua, Maknanya adalah tidak langsung masuk syurga bersama orang – orang yang pertama memasukinya, keterlambatannya karena disiksa terlebih dahulu sesuai kadar yang dikehendaki Alloh Subhanahu wa Ta’ala

Disamping itu makna memutus kekerabatan adalah meninggalkan interaksi, tidak berbuat baik dan tidak menolong mereka. Wallohu a’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments links could be nofollow free.