Gambaran Dahsyatnya Siksa Neraka

Gambaran Dahsyatnya Siksa Neraka

Gambaran Dahsyatnya Siksa Neraka. Seringkali kita bertanya, mengapa banyak orang yang tidak beriman kepada Allah Ta’ala padahal Dia pencipta-nya? Kita pun terkadang bertanya-tanya, kenapa banyak umat Islam yang masih banyak melakukan praktik kesyirikan, padahal dia sudah ikrar syahadat? Bahkan, kita masih bertanya bagaimana mungkin masih banyak yang bergelimang dengan dosa dan maksiat, padahal ia mengakui Allah Ta’ala sebagai Tuhan-nya?

Di antara jawaban dari beragam pertanyaan tersebut adalah disebabkan lemahnya iman, atau tidak mengimani tentang dahsyatnya neraka yang telah disiapkan Allah Ta’ala untuk para pembangkang dari golongan jin dan manusia.

Gambaran Dahsyatnya Siksa Neraka

Imam Muslim meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik r.a. bahwa Rasulallah S.A.W. bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya kalian melihat apa yang aku lihat, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” Para sahabat bertanya, “Apa yang engkau lihat ya Rasulallah” Beliau S.A.W. menjawab, “Saya melihat Surga dan Neraka.”

Neraka adalah tempat yang sangat panas sebagai balasan dari Allah Ta’ala bagi orang-orang yang kufurdan berbuat syirik kepada-Nya. Para pelaku dosa dan maksiat pun terancam dengan siksaan di neraka.

Kita harus mengenal neraka dan mengatahui sifat-sifatnya untuk diimani, sebagai rem dari berbagai dosa dan maksiat, dan sebagai pendorong untuk giat dan konsisten beribadah. Berdasarkan dalil-dalil dari al-Qur’an dan as-Sunnah, berikut ini ringkasan tentang sifat dahsyatnya nereka:

  1. Neraka adalah sejelek-jeleknya tempat tinggal dan seburuk-buruknya tempat kembali.
  2. Neraka Memiliki keluasan yang amat luas yang daya tampungnya tidak akan penuh meskipun dimasuki oleh orang–orang durhaka sejak zaman Nabi Adam alaihisalam sampai hari kiamat.
  3. Dalamnya jurang neraka adalah seperti sebuah batu yang dilempar di tebing jahannam dan batu itu akan terus meluncur ke dasar neraka selama 70 tahun.
  4. Neraka memiliki 7 (tujuh) pintu yang akan dilewati oleh para penghuni neraka sesuai dengan kadar dosa dan maksiat yang mereka lakukan di dunia.
  5. Allah Ta’ala menyediakan belenggu-belenggu yang sangat berat dan menyiksa, sehingga para penghuni Neraka tidak dapat lari dan mengelak, mereka pasti akan merasakan hukuman dan siksaan.
  6. Allah Ta’ala juga telah menyiapkan penjaga dari malaikat yang siap mengawasi dan menyiksa para penghuni Neraka.
  7. Kadar panas api neraka tidak bisa dibandingkan dengan kadar api terpanas di dunia ini. Bahkan, panasnya api di dunia ini hanya satu bagian dari tujuh puluh bagian panasnya api neraka Jahannam. Api neraka  melontarkan bunga-bunga api dan mengeluarkan suara yang mengerikan.
  8. Penghuni neraka disediakan makanan, minuman, pakaian, tempat tidur, dan selimut hanya untuk menambah siksa, adzab, dan kesengsaraan bagi para penghuni neraka.

Dari penjelasan tentang dahsyatnya sifat neraka. Maka, sudah seharusnya bagi setiap hamba untuk menjaga diri di dunia dari sebab-sebab yang bisa mengantarkan ke neraka. Seperti perdukunan, sihir, memasang azimat tolak bala, ngalap berkah di tempat dan alat yang diklaim keramat, dan segala bentuk kesyirikan lainnya. Dari penjelasan ini pula, diharapkan kita termotivasi untuk tetap semangat dan konsisten beribadah kepada Allah Ta’ala.

Tatkala kita tidak memanfaatkan segala fasilitas hidup yang kita nikmati ini untuk beribadah kepada Allah Ta’ala, maka kita terancam dengan siksa neraka. Allah Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

 

“Sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Alloh. Mereka mempunyai mata, tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Alloh. Mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar ayat-ayat Alloh. Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. al-A’rof [7]: 179)

Disusun oleh: Abu Mujahidah al-Ghifari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments links could be nofollow free.