Meniti Jalan Yang Lurus

bbsm2-09102016

Perkara sangat penting yang dibutuhkan manusia setiap saat adalah hidayah. Kebutuhan manusia terhadap hidayah melebihi kebutuhannya terhadap air. Allah Ta’ala memerintahkan kita dalam setiap rakaat sholat untuk senantiasa memohon kepada-Nya hidayah ke jalan yang lurus. Permohonan agar diberikan hidayah ke jalan yang lurus sebagaimana terkandung dalam Al-Qur’an surat Al-Fatihah ayat 6, “Tunjukilah kami jalan yang lurus”. Allah Ta’ala telah menjanjikan kebahagian dan kesuksesan dunia hingga akhirat bagi orang yang meniti jalan lurus lalu beristiqomah di atas jalan yang lurus itu.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Seorang hamba senantiasa kebutuhannya sangat mendesak terhadap kandungan doa (dalam ayat) ini, karena sesungguhnya tidak ada keselamatan dari siksa (Neraka) dan pencapaian kebahagiaan (yang abadi di Surga) kecuali dengan hidayah (dari Allah Ta’ala) ini. Maka barangsiapa yang tidak mendapatkan hidayah ini berarti dia termasuk orang-orang yang dimurkai oleh Allah (seperti orang-orang Yahudi) atau orang-orang yang tersesat (seperti orang-orang Nashrani)”. Ia berkata,“Seorang hamba sangat membutuhkan hidayah di setiap waktu dan tarikan nafasnya, dalam semua (perbuatan) yang dilakukan maupun yang ditinggalkannya.”

Imam Ibnu Katsir mengatakan, “kalaulah bukan karena kebutuhan seorang mukmin di siang dan malam untuk memohon hidayah maka Allah tidak akan memerintahkan hal itu kepadanya. Karena sesungguhnya seorang hamba di setiap waktu dan keadaan sangat membutuhkan (pertolongan) Allah Ta’ala untuk menetapkan dan meneguhkan dirinya di atas hidayah-Nya, juga membukakan mata hatinya, menambahkan kesempurnaan dan keistiqamahan dirinya di atas hidayah-Nya. Sungguh seorang hamba tidak memiliki (kemampuan memberi) kebaikan atau keburukan bagi dirinya sendiri kecuali dengan kehendak-Nya, maka Allah Ta’ala membimbingnya untuk (selalu) memohon kepada-Nya di setiap waktu untuk menganugerahkan kepadanya pertolongan, keteguhan dan taufik-Nya. Oleh karena itu, orang yang beruntung adalah orang yang diberi taufik oleh Allah Ta’ala untuk (selalu) memohon kepadanya, karena Allah Ta’ala telah menjamin pengabulan bagi orang yang berdoa jika dia memohon kepada-Nya, terutama seorang yang sangat butuh dan bergantung kepada-Nya (dengan selalu bersungguh-sungguh berdoa kepada-Nya) di waktu-waktu malam dan di tepi-tepi siang.

Lalu, apa sesungguhnya yang dimaksud hidayah itu?
dan apa makna jalan lurus yang dimaksud dalam ayat tersebut ?

Ikutilah pembahasannya dalam acara Bedah Buku Shirothulmustaqim dan dapatkan buku Shirotulmustaqim di lokasi acara.

Bedah Buku Shirotulmustaqim

Ajak serta keluarga, tetangga dan teman Anda

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًايَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا,سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الجَنَّةِ
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (H.R Muslim)

Ilmui, amalkan, dan dakwahkan hal ini serta bersabar di dalamnya niscaya kebahagiaan dan kesuksesan di dunia & akhirat akan diraih sesuai janji Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments links could be nofollow free.