5 Bahaya Riba Dalam Islam Yang Harus Anda Ketahui

bahaya riba

Segala sesuatu yang Alloh Subhanu wa Ta’ala perintahkan pada hakikatnya pasti mengandung kebaikan, mengandung kemaslahatan, baik di dunia maupun di akhirat, sebaliknya segala sesuatu yang menjerumuskan manusia kepada kebinasaan, kepada jurang api jahannam,kepada marabahaya,  pasti Alloh dan Rasul-Nya memberikan larangan secara tegas dan secara nyata. Diantara perkara yang telah dilarang oleh Alloh dan RasulNya adalah perkara riba, karena praktek  ribawi adalah termasuk dosa besar yang merusak, dan sudah menjamur di masyarkat kita, padahal riba memilki bahaya yang sangat dahsyat sekali bagi para pelakunya, memiliki bahaya yang sangat dahsyat sekali bagi orang-orang yang melakukan perbuatan riba itu sendiri baik di dunia maupun di akhirat.

Sudahkah kita mengetahui bahaya riba dalam Islam tersebut?pernahkah kita membaca ayat-ayat al-qur’an maupun hadist-hadist Rasululloh Shalallahu a’laihi wa Sallam tentang ancaman bagi pelaku riba, jika pernah apakah hal tersebut membekas dalam hati kita, sehingga kita rela meningggalkan muamalah ribawi, sehingga  kita rela meninggalkan utang piutang yang berbunga. Marilah kita mencoba membuka hati kita untuk mentadaburi, merenungi bahaya riba yang bersumber dari wahyu ilahi yaitu Al-qur’an. mudah-mudahan Alloh swt memberikan taufik memberikikan hidayah sehingga kita bisa meninggalkan riba tersebut, sehingga kita bertaubat kepada Alloh dengan sebenar-benarnya.

5 Bahaya Riba Dalam Islam Yang Harus Anda Ketahui

Bahaya Riba Dalam Islam

Berikut ini kami akan paparkan 5 Bahaya riba dalam Islam yang harus anda ketahui, yang pada kesempatan ini kami ambil khusus dari dari ayat-ayat Al-qur’an:

  1. Pelaku riba diancam dengan siksa api neraka

Ancaman yang sungguh dahsyat bagi para pelaku riba, Alloh Subhanu wa Ta’ala memberikan ancaman bagi para pelaku riba dengan ancaman yang  yang tidak main-main, Alloh Subhanu wa Ta’ala berfirman ;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan Riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Ali Imraan: 130)

  1. Alloh Subhanu wa Ta’ala menghapus keberkahan bagi para pelaku riba

Alloh Subhanu wa Ta’ala Al-Baqarah ayat 275, 276, 278 yang berbunyi :

 

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لاَ يَقُومُونَ إِلاَ كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ(275)

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لاَ يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ(276)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ(278)

Artinya :

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya (275)

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.( 276)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.(278)

  1. Pelaku riba tidak mendapatkan pahala saat hartanya diinfaqkan di jalan Alloh.

Alloh  Subhanu wa Ta’ala berfirman :
وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ رِبًا لِيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلا يَرْبُو عِنْدَ اللَّهِ وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُون

“Dan sesuatu Riba (tambahan) yang kamu berikan agar Dia bertambah pada harta manusia, Maka Riba itu tidak menambah pada sisi Allah. dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, Maka (yang berbuat demikian) Itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).” (QS. Ar-Ruum: 39)

Ibnu Abbas berkata, yaitu orang yang memberikan sesuatu dari hasil riba, Ia ingin mendapatkan pahala disisi Alloh Subhanu wa Ta’ala akan tetapi Alloh Subhanu wa Ta’ala tidak memberinya.

  1. Riba adalah kebiasaan buruk orang-orang yahudi

Sebab transaksi ribawi, muamalah ribawi, hutang piutang yang menghasilkan bunga, hutang piutang yang menghasilkan keuntungan ini sejatinya kebiasaan buruk orang-orang yahudi , kebiasaan mereka melakukan seperti ini. Alloh Subhanu wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) Dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Dan disebabkan mereka memakan riba, Padahal Sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.” (QS. An-Nisaa’: 160-161)

Jika kaum muslimin bermuamalah ribawi, jika kaum muslimin melakukan praktek ribawi berarti telah mengikuti, meniru perilaku orang-orang yahudi sehingga nasibnyapun sama seperti mereka, yaitu akan mendapatkan azab yang pedih di akhirat, siksa yang sangat menyengsarakan

  1. Diperangi oleh Alloh dan RasulNya serta para pelaku riba adalah orang-orang yang tidak sempurna keimanannya.

Oleh karena itu wahai hamba Alloh, tinggalkan riba sekarang juga, apabila kita telah bermuamalah ribawi segeralah bertaubat kepada Alloh Subhanu wa Ta’ala dengan taubat yang sebenar-benarnya, mumpung masih punya kesempatan, masih diberi waktu oleh Alloh, selagi Alloh Subhanu wa Ta’ala masih memberikan umur kapada kita segeralah tinggalkan jangan ditunda-tunda.

Semoga ayat – ayat al-qur’an tersebut di atas, yang menjelaskan tentang Bahaya Riba Dalam Islam menjadikan kita paham, menjadikan kita sadar akan dosa riba sehingga kita meninggalkan muamalah yang berbau ribawi tersebut sehingga hidup kita menjadi berkah, semoga selamat dunia dan akhirat, Aamiin. Wallohu A’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments links could be nofollow free.