Dunia Kesenangan Yang Menipu Dan Memperdayakan

kesenangan yang menipu

Dunia Kesenangan Yang Menipu Dan Memperdayakan.

Kebahagiaan dan kesenangan merupakan impian semua orang yang hampir semua orang akan berlomba-lomba untuk mencapai tujuan meraih kebahagiaan tersebut. Maka ada banyak diantara mereka yang menggunakan cara-cara melampaui batas-batas syariat, sehingga tidak sedikit cara yang mereka tempuh melahirkan kezoliman, baik kezoliman terhadap diri sendiri, orang lain, atau bahkan kezoliman terhadap Robb alam semesta ini yaitu Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Padahal apa yang mereka harapkan yaitu mendapatkan kebahagiaan dan kesenangan hakiki  tidaklah mungkin tercapai jika cara yang ditempuh sangat bertentangan dengan nilai-nilai wahyu Alloh Subhanahu wa Ta’ala, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya dunia ini hanyalah suatu yang melalaikan, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي اْلأَمْوَالِ وَاْلأَوْلاَدِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًا وَفِي اْلآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kalian serta berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang karenanya tumbuh tanam-tanaman yang membuat kagum para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lantas menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan- Nya. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al- Hadid: 20)

Alloh Subhanahu wa Ta’ala memperingatkan kepada hambaNya yang beriman agar hendaknya mereka, yaitu orang-orang yang bertaqwa dan beriman kepada-Nya tidak tertipu oleh dunia sebagai kesenangan sementara dan semu yang diperoleh orang-orang kafir, sebagaimana yang Alloh Subhanahu wa Ta’ala tegaskan dalam firman-Nya:

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ

  “Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir yang bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah jahannam, dan Jahannam itu adalah tempat terburuk  (QS. Ali’Imron :196-197).

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِ ۖ قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

“Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”. [al Qashash/28 : 79].
Dunia Kesenangan Yang Menipu Dan Memperdayakan

Dunia Kesenangan Yang Menipu Dan Memperdayakan

Adapun orang yang kuat imannya, ia tidak akan terpana dengannya. Sebab ia membaca pesan-pesan Allah, seperti pada ayat di atas dan pada ayat lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan di dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Rabb-mu adalah lebih baik dan lebih kekal. [Thaha/20 : 131].

Seseorang yang kuat imannya, akan mengetahui dengan yakin pula, kemewahan yang dinikmati tersebut tidak akan menjadi kebaikan bagi mereka karena baginya dunia ini kesenangan yang menipu, Sebab ia membaca firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُم بِهِ مِن مَّالٍ وَبَنِينَ نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ ۚ بَل لَّا يَشْعُرُونَ

“Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa) Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak; sebenarnya mereka tidak sadar. [al Mukminun/23 : 56].

Bagaimana mungkin merupakan kebaikan bagi mereka, kalau Allah Subhanahu wa Ta’ala justru akan menjadikannya sebagai sumber bencana bagi? Allah berfirman:

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِّأَنفُسِهِمْ ۚ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا ۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ

“Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir. [at Taubah/9 : 55]

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِّأَنفُسِهِمْ ۚ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا ۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ

“Dan janganlah sekali-kali orang kafir menyangka bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka adzab yang menghinakan. [ِAli Imran/3 : 178].

Demikianlah,  Alloh Subhanahu wa Ta’ala menceritakan keadaan orang-orang kafir di dunia. Dan Alloh Subhanahu wa Ta’ala juga menyebutkan tempat  kembali mereka adalah neraka Jahannam yang menyala-nyala. Na’uudzu billahi min dzalik

Oleh karena itu, segala kekayaan melimpah yang mereka miliki, kebebasan hidup yang serba glamor, kesenangan dan  foya-foya serta segala hal yang “wah” dipandang mata, tidaklah sebanding dengan akibat yang akan mereka rasakan kelak di hari pembalasan. Dan pada hakikatnya mereka tidaklah lebih mulia dari binatang, Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Namun demikian, banyak juga dari kaum muslimin yang tergoda mengelu-elukan kesenangan yang sementara ini, bahkan mereka meniru gaya hidup oran-orang kafir. Padahal kesenangan dan kebahagiaan yang didapatkan orang-orang kafir adalah ujian bagi kaum muslimin apakah mereka tetap memegang agama Alloh atau malah tergiur oleh gaya hidup orang-orang kafir sehingga melepas tali agama Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang kokoh ini.

Adapun kesenangan, kegembiraan dan kenikmatan yang didapatkan oleh orang-orang muslim di dunia ini betapapun banyaknya harta yang dimiliki, jabatan tinggi atau keturunan yang banyak, pada hakekatnya dunia ini adalah penjara dan memang kehidupan dunia ini adalah penjaranya orang yang beriman, yang ia dibatasi norma-norma syar’i baik berupa perintah maupun larangan, sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


عَنْ
 أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- :« الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ » رواه مسلم

Dari Abu Hurairah -semoga Allah meridhainya- dia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ((Dunia itu penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir)) (H.R. Muslim.)

Karena itu bersabarlah atas segala kekurangan yang ada dan yakinlah bahwa dunia kesenangan yang menipu dan memperdayakanbersyukurlah atas segala nikmat yang telah Alloh Subhanahu wa Ta’ala berikan, dan merasa mulialah dihadapan orang-orang kafir sekalipun mereka dikaruniakan kesenangan dan kegembiraan yang disegerakan Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments links could be nofollow free.