Hidayah, Nikmat Teragung

Tunjukillah kami Shirotulmustaqim

Begitu banyak manusia yang ingin menetapi kebenaran yang hakiki akan tetapi tidak semua manusia diberi hidayah oleh Alloh. Pada hakikatnya manusia sangat membutuhkan hidayah Alloh setiap waktunya dan apapun kondisinya. Tidak ada manusia yang tidak membutuhkan hidayah. Mulai dari manusia yang jahil bahkan hingga nabi sekalipun selalu membutuhkan hidayah. Dengan hidayah Alloh, manusia menjadi terang jalan hidupnya . Ia akan mengerti mana yang haq dan bathil, ia akan paham mana yang sunnah dan mana yang bid’ah, serta ia akan paham mana yang iman dan mana yang syirik. Kita bisa shalat, karena hidayah Alloh. Kita bisa puasa, karena hidayah Alloh. Kita bisa melakukan berbagai amal ketaatan dan terhindar dari berbagai kemaksiatan, karena hidayah Alloh. Merasakan manisnya iman dan indahnya Islam juga karena hidayah Alloh.

Dalam sebuah hadis qudsi Alloh Ta’ala berfirman,

يَا عِبَادِى كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلاَّ مَنْ هَدَيْتُهُ فَاسْتَهْدُونِى أَهْدِكُمْ

Wahai sekalian hamba-Ku, kalian semua berada dalam kesesatan kecuali yang Kuberi petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya akan Kuberi petunjuk.” (HR. Muslim no. 6737)

Oleh karena itu kemudian Allah menerangkan doa yang pertama kali termaktub dalam Al Qur’an adalah doa meminta hidayah. Doa yang selalu dimintakan setiap muslim paling sedikit 17 kali dalam sehari.

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
Tunjukilah kami jalan yang lurus.” (QS. Al-Fatihah [1]: 6)

Maka sadarilah.. bahwa hidayah “Shirotulmustaqim” adalah anugerah teragung. “Shirotulmustaqim” tidak ditentukan dengan banyaknya pengikut, tidak ditentukan oleh akal manusia, tetapi jalan yang dibimbing dengan wahyu dan bersih dari segala macam hawa nafsu. Apabila kita sudah meminta hidayah “Shirotulmustaqim” dalam doa kita maka kita harus ikuti jalan tersebut. Hati-hati jangan sampai kita dusta terhadap doa kita.

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

” dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.” (QS. Al-An’am [6]:153)

Lalu.. apa sesungguhnya makna dari shirotulmustaqim?

Sudahkah benarkah pemahaman kita tentang shirotulmustaqim?

Sudahkah kita mendapatkan shirotulmustaqim?

Hadiri dan ikuti pembahasannya dalam bedah buku “Shirotulmustaqim” yang diselenggarakan oleh HASMI Depok yang bekerjasama dengan DKM Al-Muhajirin dan didukung oleh Radio Fajri 99.3FM.

Bedah Buku Shirotulmustaqim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments links could be nofollow free.