Inilah Indikator Tanda Keimanan Seseorang

tanda keimanan copy

Seorang mukmin mempunyai tanda keimanan dan tanda keimanan ini bisa dikiaskan kepada diri kita masing-masing, apakah kita termasuk orang yang beriman ataukah tidak, apakah tanda ini ada pada diri kita atau tidak ada.

Diantara tanda-tanda keimanan seseorang salah satunya adalah yaitu ketika seseorang merasa gembira dengan kebaikan-kebaikan, dengan ketaatan-ketaatan yang Ia lakukan dan ketika ia bersedih hati, gelisah dengan kemaksiatan-kemaksiatan dan keburukan-keburukan yang telah ia lakukan, dan inilah tandanya yaitu gembira dengan ketaatan-ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sedih dengan kemaksiatan-kemaksiatan. Ketika seseorang sudah mempunyai tanda ini maka saksikanlah bahwa Ia adalah seorang yang beriman. Ketika seseorang bergembira dengan datangnya bulan ramadhan kemudian ia berpuasa di dalamnya, beribadah di dalamnya, maka ia seorang mukmin. Ketika seseorang telah melakukan kemaksiatan kepada Allah Azza wa Jalla lalu dia bersedih maka iapun seorang mukmin, hal ini berdasarkan satu hadist yang diriwayatkan oleh imam Ahmad rahimahumullah dalam musnadnya, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya :

“  Siapa saja diantara kalian yang bergembira dengan kebaikannya dan bersedih hati dengan keburukannya maka ia adalah seorang yang beriman (HR.Al-Baihaqi )”.

Ketika ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang apakah iman itu, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab :” Jika engkau bersedih dengan keburukan-keburukanmu, dan jika engkau gembira dengan kebaikan-kebaikanmu maka anda seorang yang beriman”.

Inilah Indikator Tanda Keimanan Seseorang

Inilah Indikator Tanda Keimanan Seseorang

Seseorang yang ketika melaksanakan shalat subuh, Ia bangun dipagi hari lalu ia berwudhu, bersuci kemudian dia melaksanakan shalat subuh dan setelah itu ia merasa gembira, bersukur kepada Allah Azza wa Jalla karena bisa melakukan shalat subuh maka ia adalah seorang yang beriman. Seorang yang berdakwah fi sabilillah memberikan penjelasan-penjelasan tentang iman, tentang Islam, tentang amar ma’ruf nahi munkar untuk memberi hidayah kepada orang –orang kemudian ia bergembira atas amalnya itu, maka ia adalah seorang mukmin. Ketika Ia mengingat tentang sabda  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya :

“ Demi Allah, ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan hidayah kepada seseorang atas usahamu, maka itu lebih baik dari pada unta merah”.

Seseorang yang merasa gembira dikarenakan hadist ini, gembira karena telah berdakwah memberikan hidayah ilmu kepada seseorang maka ia seorang yang beriman. Ketika seseorang selamat dari perbuatan keji, ketika nafsu sudah menyelimuti dirinya, sebentar lagi Ia akan melakukan perbuatan keji, akan berzina tapi kemudian Ia ingat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan taufik kepadanya dan dia terlepas dari dosa tersebut lalu ia gembira atas hal ini dikarenakan ia tidak jadi melaksanakan kemaksiatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala maka ia seorang yang beriman.

Seseorang yang menyesali perbuatan-perbuatan dosanya dan dia ia ingat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala lantas ia istigfar dan tidak akan melakukannya maka iapun seorang yang beriman dikarenakan ia menyesal. Kegembiraan-kegembiraan dikarenakan perbuatan baik dan  bersedih hati dengan keburukannya inilah indikator tanda keimanan seseorang, gembira dikarenakan pahala Allah Subhanahu wa Ta’ala dan takut akan azab Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments links could be nofollow free.