Inilah Keutamaan Shalat Sunnah Dhuha Yang Patut Anda Ketahui

keutamaan shalat dhuha

Sudah menjadi kelaziman bagi seorang muslim yang taat, maka ia senantiasa membiasakan dirinya mengawali hari-harinya sebelum beraktifitas penuh dengan berbagai amal kebaikan baik yang sifatnya wajib maupun perkara yang sunnah. Dan diantara perkara yang sunnah dan sangat dianjurkan saat pagi hari adalah adalah shalat sunnah dhuha.

Shalat sunnah dhuha walaupun ringan dikerjakan dan memiliki banyak keutamaan, namun tetap saja masih banyak yang melalalaikannya, dengan berbagai alasan untuk meninggalkannya seperti waktu yang tidak tepat di pagi hari lantaran saat jam kerja, atau malas melepas sepatu saat jam kerja, dan sebagainya. Padahal kalau kita cerdik dalam mengatur waktu, terkadang kita memiliki waktu yang sibuk namun terkadang pula ada waktu longgar yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan ibadah ini, jadi tentu semua itu bukan menjadi alasan yang tepat untuk meninggalkan shalat sunnah dhuha.

Sedangkan waktu pelaksaanan shalat sunnah dhuha cukup luas, mulai matahari naik sepenggalah ( agak miring ) hingga zawal ( condong ke barat ) menjelang waktu dzuhur. Adapun waktu yang paling afdhal adalah ketika mulai panas. Dalam sebuah hadist diterangkan : “Shalat awwaabiin (orang yang kembali kepada Allah ) adalah ketika anak-anak unta sudah merasa kepanasan.” (HR.Muslim)

Adapun jumlah rakaat shalat sunnah dhuha minimal dua rakaat. Abu Hurairoh radhiyallohu ‘anhu berkata:”Kekasihku Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan tiga perkara: puasa selama tiga hari setiap bulannya, dua rakaat shalat dhuha, dan mengerjakan shalat witir sebelum tidur”.(muttafaqun ‘alaihi). Dalam hadist lainnya jumlahnya delapan rakaat. sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Ummu Hani’ bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat di dalam rumahnya (Ummu Hani) pada tahun pembebasan mekkah sebanyak delapan rakaat, namun dalam hadist lainnya disebutkan bahwa jumlah rakaatnya tidak terbatas, sebagaimana yang diriwayatkan Imam Muslim dari ‘Aisyah radhiyallahu’anha  Ia berkata:”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat dhuha sebanyak empat rakaat lalu menambahnya seberapa yang dikehendakinya”.

Imam An Nawawi menjelaskan bahwa hadist-hadist tersebut seluruhnya disepakati keshahihannya dan tidak ada perselisihan di dalamnya menurut para muhaqqiq. Dan Ia termasuk ibadah sunnah mu’akkadah.

Banyak hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan tentang keutamaan dhuha, dan Inilah Keutamaan Shalat Sunnah Dhuha Yang Patut Anda Ketahui, diantaranya:

  • Shalat dhuha diganjar sebagai sedekah bagi seluruh persendian tubuh

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)

فِى الإِنْسَانِ ثَلاَثُمِائَةٍ وَسِتُّونَ مَفْصِلاً فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهُ بِصَدَقَةٍ. قَالُوا وَمَنْ يُطِيقُ ذَلِكَ يَا نَبِىَّ اللَّهِ قَالَ النُّخَاعَةُ فِى الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا وَالشَّىْءُ تُنَحِّيهِ عَنِ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُكَ

“Di dalam tubuh manusia terdapat tiga ratus enam puluh sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan sedekahnya.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah?” Beliau menjawab, “Engkau membersihkan dahak yang ada di dalam masjid adalah sedekah, engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah sedekah. Maka jika engkau tidak menemukannya (sedekah sebanyak itu), maka dua raka’at Dhuha sudah mencukupimu.” (HR. Abu Dawud)

  • Shalat dhuha merupakan wahana pengharapan kita akan rahmat dan nikmat Allah sepanjang hari yang akan dilalui.

يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تُعْجِزْنِى مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِى أَوَّلِ نَهَارِكَ أَكْفِكَ آخِرَهُ

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)

  • Berupa pahala umrah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ

“Barangsiapa mengerjakan shalat Subuh berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan shalat sunnah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumrah secara sempurna.” (HR. Thabrani; shahih lighairihi)

Demikian beberapa penjelasan penting tentang Inilah Keutamaan Shalat Sunnah Dhuha Yang Patut Anda Ketahui, semoga dengan mengetahui akan fadhilah shalat sunnah dhuha menjadi motivasi bagi diri ini untuk semangat dalam mengerjakan amalan ibadah ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments links could be nofollow free.