Manfaat Kesehatan dengan Berjalan Ke Masjid

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menekankan shalat berjamaah di masjid. Hampir semua muslim mengetahui bahwa pahala shalat berjama’ah di masjid lebih utama 27 derajat dibandingkan shalat di rumah. Sayang sekali jika keutamaan ini ditinggalkan begitu saja. Bukan hanya pada shalatnya, bahkan jalan pergi dan pulangnya saja mendapatkan pahala. Beliau menerangkan bahwa berjalan kaki ke masjid, pahalanya besar.

Dari Abu Huroiroh, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ تَطَهَّرَ فِى بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِىَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu dia berjalan menuju salah satu dari rumah Allah (yaitu masjid) untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka salah satu langkah kakinya akan menghapuskan dosa dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim no. 1553)

Semakin jauh jarak yang ditempuh seseorang yang akan menunaikan shalat berjamaah, semakin besar pula pahala yang akan diraihnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalaam bersaba:

إِنَّ أَعْظَمَ النَّاسِ أَجْرًا فِي الصَّلَاةِ أَبْعَدُهُمْ إِلَيْهَا مَمْشًى فَأَبْعَدُهُمْ وَالَّذِي يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ حَتَّى يُصَلِّيَهَا مَعَ الْإِمَامِ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنْ الَّذِي يُصَلِّيهَا ثُمَّ يَنَامُ

Manusia paling besar pahalanya dalam shalat adalah yang paling jauh perjalannya, lalu yang selanjutnya. Dan seseorang yang menunggu shalat hingga melakukannya bersama imam, lebih besar pahalanya daripada yang melakukannya (sendirian) kemudian tidur.” (HR. Muslim no. 662)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menganjurkan kita berjalan kaki ke masjid 2-3 kali dalam satu pekan saja, tetapi 5 kali dalam satu hari. Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata, “Rasulullah apabila berjalan ke masjid, dada beliau condong ke depan dan beliau orang yang paling cepat jalannya.” (Zadu al-Ma’ad: I/161. HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Jika seseorang pergi ke masjid dengan berjalan kaki lima kali per hari maka kita dapati setiap hari seorang muslim berjalan menempuh jarak tertentu yang berbeda-beda antara satu orang muslim dengan lainnya sesuai jarak rumahnya dengan masjid.

Misal saja, waktu yang dibutuhkan seorang muslim untuk pulang pergi ke masjid setiap harinya minimal 5 menit, berarti setiap hari ia sudah berjalan minimal 25 menit. Dan menurut hasil penelitian ilmiah menganjurkan untuk berjalan kaki setidaknya 30 menit setiap hari.

Menurunkan Tekanan Darah

Menurut para peneliti dari universitas Illinois, Amerika Serikat, bahwa berjalan kaki selama 30 menit setiap hari dapat membantu menurunkan tekanan darah pada pembuluh karteri sampai batas yang normal. Para peneliti bahkan merekomendasikan bahwa tidak perlu melakukan olahraga keras dan berat untuk mendapatkan manfaat kesehata. Tapi, cukup dengan membiasakan berolahraga untuk menjaga kesehata tubuh dan meninggalkan hal yang dapat meningkatkan tekanan dara.

Para peneliti menyebutkan bahwa 40 juta orang dalam wilayah Amerika Serikat terkena peningkatan tekanan darah pada pembuluh arteri sistolik atau distolik yang tekanannya melebihi 90/140 mmHg dan 40% di antara mereka adalah warga Amerika keturunan Afrika.

Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan kepada 40 orang warga Amerika keturunan Afrika yang terkena peningkatan tekanan darah pada kisaran umur 35-39 tahun. Para peneliti menerapkan kepada mereka untuk berjalan kaki setidaknya 30 menit atau 1,5 mil persegi setiap hari. Yang apabila dikondisikan dengan kegiatan mereka sehari-hari bisa mencapai 10.000 langkah atau 3,5-4 mil setiap hari.

Para dokter juga menganjurkan mereka yang terkena penyakit tekanan darah untuk berjalan kaki dan banyak gerak dalam kegiatan sehari-hari, seperti lebih memilih menggunakan tangga daripada lift, memarkir mobil di tempat agak jauh dari tempat kerja dan rumah, serta mengurangi konsumsi garam. Para dokter memperingatkan bahwa membiarkan begitu saja kondisi tekanan darah ini tanpa pengobatan akan berisiko pada gangguan penglihatan, serangan jantung, stroke, atau bisa juga gagal ginjal.

Selain itu, sekelompok peneliti melakukan percobaan kepada 15 orang ibu-ibu yang memiliki tekanan darah tinggi. Hasilnya, ibu-ubu yang berjalan kaki sejauh 3 km atau sekitara 1.9 mil setiap hari megnalami penurunan tekanan darah sistolik sekitar 11 poin selama 24 pekan.

Berjalan kaki juga dapat menurunkan kadar lemak dalam tubu. Berjalan kaki sejauh satu mil membantu pembakaran 60 kalori. Bila seseorang ‘menambah’ kecepatan dan langkahnya saat berjalan kaki pada 30 menit sejauh 25 mil maka tubuh akan mampu membakar 200 kalori. (www.aljazeera.net)

Memperbaiki Kerja Jantung

Berjalan kaki bermanfaat memperbaiki kinerja jantung, menjaga kesehatannya, menurunkan kolesterol, menurunkan tekanan dara, memperbaiki sistem metabolisme, dan mengoptimalkan penyerapan makanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang gemuk dan kurang gerak metabolismenya lambat. Dan orang yang banyak gerak dan olahraga, metabolismenya cepat, tulang-tulangnya kuat, kesehatan persendiannya terjaga, otot-ototnya kuat, dan ketagangan psikologisnya menjadi ringan. Sebab secara umum, olahraga dapat membantu proses ekskresi hormon Endorfin yang membuat seseorang merasakan rileks dan gembira. Senyawa-senyawa ketegangan psikologis seperti kecemasan dan kegalauan yang muncul akibat beban hidup sehari-hari yang tak kenal henti, dikeluarkan tubuh ketika berjalan kaki.

Berjalan kaki adalah olahraga paling sederhana dan paling sedikit menimbulkan risiko cedera persendian. Tubuh tidak perlu bekerja keras sampai otot-otot membesar dan tidak pula berdampak buruk hingga membuat orang loyo lemah. Ia merupakan bentuk latihan yang bisa membakar okisgen, bermanfaat bagi kebugaran tubuh dengan membakar energi berlebih, menguatkan otot-otot, sistem peredaran darah, mengatur suplai oksigen dan energi dalam tubuh. Ia juga mampu mengurangi risiko obesitas, diabetes, kanker payudara, kanker usus besar, dan berbagai penyakit jantung. Orang yang berjalan kaki sejauh 4 km/jam telah membakar 200-250 kalori per jam, atau sekitar 22-28 gr dari berat tubuh.

Satu makalah yang disebarluaskan dalam majalah (B.M.T) yang cukup terkenal, menguatkan bahwa untuk mencegah dari penyakit Kardiovaskular dan Infark Miokard bisa dilakukan dengan meneuki satu bentuk olahraga, seperti: jalan cepat, lari, atau renang selama 20-30 menitl minimal 2-3 kali dalam sepekan.

Satu perkara yang harus kita imani dan terima secara utuh manfaatnya bahwa bagaimanapun berjalan kaki sangat penting dilakukan. Tiada keraguan bahwa Allah Ta’ala menjadikan berjalan kaki sebagai sebuah manfaat bagi setiap manusia. Dia mengetahui bahwa berjalan kaki merupakan bentuk olahraga paling sederhana yang dapat menjaga keseimbangan dan kebugaran tubuh. Hanya dengan berjalan kaki, banyak orang yang akan mendapatkan kebugaran tubuhnya, terjaga dari sekian macam penyakit yang mungkin saja muncul akibat banyak duduk dan sedikit gerak.

Demikianlah apa yang dianjurkan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam melalui sunnahnya pasti terkandung hikmah dan manfaat bagi manusia, sebaliknya apa-apa yang dilarang beliau pasti terkandung mudharat. Wallahu’alam

One thought on “Manfaat Kesehatan dengan Berjalan Ke Masjid

  1. Saya senang pergi pulang masjid selalu jalan kaki. Jarak rumah ke masjid 500 meter. Jadi pulang pergi sekitar perjalanan 30 menit. Tetapi, yang lebih saya nikmati dengan jalan kaki pergi pulang ke masjid adalah bisa membaca shalawat dan istighfar lebih banyak, terutama membaca shalawat.

    Setidaknya sekali jalan bisa membaca shalawat 200 – 300 kali. Berarti sekali pergi pulang masjid bisa membaca shalawat sekitar 500 kali. Ini hanya hitungan kasar. Saya pernah menghitung pakai tasbih. Terkadang sekali jalan bisa 400 kali. Tetapi, saya ingin hitungan yang minimal saja.

    Saya berangkat untuk shalat jamaah ke masjid 4 kali sehari. Untuk shalat berjamaah maghrib dan isyak saya gabung. Usai shalat maghrib, saya tidak pulang. Saya tetap di masjid membaca Al Quran sampai waktunya shalat isyak.

    Ini berarti sehari bisa membaca shalawat 2.000 kali. Tetapi, jika menggunakan sepeda atau motor, tentu tidak bisa membaca shalawat sebanyak itu. Itulah sebabnya saya memilih jalan kaki daripada menggunakan sepeda atau motor.

    Selain itu jalan kaki juga bisa menyehatkan tubuh. Apalagi rutin tiap hari 4 kali. Jika jarak rumah masjid adalah 500 meter, maka sekali shalat berjamaah di masjid, saya telah jalan kaki 1 km. Empat kali pulang pergi ke masjid berarti jalan 4 km per hari.

    Itulah sebabnya, shalat berjamaah di masjid sangat dianjurkan. Nabi sering mengabsen para shahabat yang tidak shalat berjamaah, khususnya jamaah shalat subuh. Pahalanya tidak hanya 27 kali dari shalat sendirian, tetapi lebih dari itu.

    Apalagi, di masjid kita juga bisa membaca Al Qur’an, membaca wirid atau kalimat thayyibah, beriktikaf dan juga melakukan kajian agama. Sungguh sangat besar manfaat shalat berjamaah di masjid, baik dari segi ibadah, peningkatan ilmu, memperdalam iman, memperkuat tali persaudaraan di antara sesama jamaah, dsb.

    Ya, renungan ini saya sampaikan sebagai bahan motivasi diri sendiri khususnya dan para pembaca umumnya. Semoa renungan ini bermanfaat dan mendapat ridha dari Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments links could be nofollow free.