Kisah dan Keutamaan Abu Bakar Ash Shidiq

kisah abu bakar ash shidiq

Dikesempatan kali ini kami akan menceritakan tentang sahabat yang mulia yaitu Kisah Abu Bakar Ash Shidiq.

  • Nama dan Nasabnya.

Nama Abu Bakar Ash Shidiq adalah Abdullah bin Abi Quhafah (nama aslinya Utsman) bin Amir bin Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Ka’ab bin Luay bin Gholib. Nasabnya bertemu dengan Nabi pada Murroh bin Ka’ab. Beliau diberi gelar ‘Atiq karena ketampanan wajahnya. Dan beliaupun diberi gelar Ash Shidiq karena kepribadiannya selalu membenarkan apa yang disampaikan oleh Rasulallah. Pada suatu pagi peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulallah, orang musyrik mendatangi Abu Bakar, seraya mereka berkata: “Apakah engkau mendengar tentang sahaatmu ? Ia mengku sudah melakukan perjalanan dalam satu malam menuju Baitul Maqdis” Abu Bakar berkata: “ Muhammad berkata demikian ? “Mereka menjawab: “Ya” Maka Abu Bakar berkata : “Beliau jujur / benar. Aku akan membenarkannya apapun yang lebih dari itu dengan berita langit.”

  •  Keislamannya.

Abu Bakar bercerita :

“Dahulu, aku duduk-duduk di halaman Ka’bah, begitu juga dengan Zaid bin Amr bin Nufail. Lalu, melintaslah Umayyah bi Abish Sholt. Ia berkata “ Bagaimana kabarmu pagi ini wahai pencinta kebaikan ?” Zaid berkata: “Baik-baik.” Umayyah berkata: “Apa yang engkau dapatkan ?” Ia menjawab: “Tidak ada” Umayyah berkata: “Setiap agama pada hari kiamat akan hancur kecuali apa yang ditetapkan oleh Allah pada hakikat. Baik Nabi yang ditunggu ini dari kita atau dari kalian. “ Kemudian Abu Bakar berkata: “ Aku belum pernah mendengar sebelumnya seorang nabi yang ditunggu dan diutus. Lalu aku pergi menuju Wariqoh bin Naufal yang banyak mengerti tentang berita langit dan aki ceritakan tentang berita tersebut.” Beliau berkata: Benar hai anak saudaraku. Sesungguhnya kami ahlul kitab dan ahli ilmu. Akan tetapi, nabi yang ditunggu berasal dari nasab bangsa Arab pertenghan dan kaummu adalah nasab bangsa Arab pertengahan.” Suaty saat aku menuju Yaman dan aku singgah pada seorang ‘alim yang sudah tua di Azd. Ia membaca kitab dan mengajarkan banyak ilmu, ketika beliau melihat aku berkata: “Aku menduga engkau orang haram (Mekkah) ? Aku temukan dalam ilmu yang shohih dan benar bahwa nabi diutus di negeri haram.” Lalu aku menuju Mekkah dan selanjutnya aku didatangi Uqbah bin Abi Mu’it, Syaibah, Rabi’ah, Abu Jahl dan tentara-tentara Quraisy. Mereka berkata : “Hai Abu Bakar. Alangkah besar omongannya anak yatim Abu Tholib itu. Ia menyangka bahwa dia adalah nabi yang diutus. Kalau tidak karena menuggumu, kami pasti sudah mendatanginya karena sekarng engkau telah datang, maka cukuplah engkau yang mendatanginya.” Lalu Abu Bakar mencari Nabi dan bertanya dimana beliau berada. Lalu dikabarkan bahwa beliau berada di rumah Khodijah. Maka, aku mendatanginya, setelah masuk aku bertanya: “Ya Muhammad enkau meninggalkan lingkungan keluargamu dan meninggalkan agama nenek moyangmu ?” Nabi menjawab: “Ya Abu Bakar. Aku adalah utusan Allah kepadamu dan kepada seluruh manusia, berimanlah engkau kepada Allah ! Aku berkata : “Apa tandanya bagimu ?” Beliau menjawab : “Orang tua yang enkau temui diYaman.” Aku bertanya : “Berapa jumlah orang tua yang aku jumpai di Yaman ?” Beliau menjawab : “Orang tua yang memberikan beberapa bait dan seterusnya…..”(menceritakn jumlah orang tua yang dijumpai Abu Bakar) Lalu aku bertanya : “Siapa yang mengabarkan kepadamu ?” beliau menjawab : “Aku dikabarkan oleh malaikat agung yang mendatangi nabi sebelumku.” Lalu aku berkata : “Ulurkan tanganmu.” (bersyahadat)

  • Keutamaan – keutamaannya.

Banyak pujian yang diberikan oleh Rasulallah kepada Abu Bakar, di antaranya :

  1. Rasulallah bersabda :

“Sesungguhnya manusia yang paling dermawan kepadaku dalm persahabatan dan hartanya adalah Abu Bakar. Seandainya aku boleh mengambil kholil (kekasih) sealin Rabbku, maka aku akan mengambil Abu Bakar.” [HR. Bukhari no. 3654 dan Mislim no. 2382]

Amr bin Ash berkata :

“Aku bertanya : Siapakah orang yang paling engkau cintai ? Beliau menjawab : Aisyah. Aku bertanya : Dari laki-laki ? Beliau menjawab : Bapaknya. Aku bertanya : kemudian siapa lagi ? Umar dan beliau menyebut beberapa tokoh sahabat.” [HR. Bukhari no 36612 dan  Muslim no. 2384]

2. Beliau adalah seorang yang sangat dermawan.

Umar bin Khothob pernah bercerita : “Rasulallah memerintahkan kami untuk bersedekah, dan saat itu aku sangat ingin bersedekah dengan harta yang aku miliki. Aku berkata dalam hati : “Hari ini aku akan mengalahkan Abu Bakar, maka aku akan datang kepada Rasulallah dengan separoh hartaku. Rasulallah bertanya : “Apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu ? Aku menjawab : “Sama dengan apa yang aku berikan ya Rasulallah. Lalu Abu Bakar datang membawa seluruh hartanya, maka Rasulallah  bertanya ya Abu Bakar apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?Abu Bakar menjawab:”aku tinggalkan bagi mereka Alloh dan Rosulnya.Maka Umar pun berkata:”Aku tidak pernah mampu mengalahkan engkau selama-lamanya.”[HR.Abu Daud:No.1678 dan At Tirmidzi:No 3657, ia berkata: hadis Hasan Shohih.”]

3. Cinta Abu Bakar Kepada Rosulullah melebihi cintanya kepada dirinya sendiri.

Pada peristiwa hijrah,Rasulullah dan Abu Bakar dinyatakan bahwa sesampainya dimulut gua,Abu Bakar berkata:”Demi Allah,janganlah engkau masuk kedalamnya sebelum aku masuk terlebih dahulu.Jika di dalam ada sesuatu yang tidak beres,biarlah aku yang terkena,asal tidak mengenai engkau.Lalu Abu Bakar memasuki gua dengan menyisihkan kotoran yang menghalanginya.Di sebelahnya dia mendapatkan lubang.Dia robek mantelnya menjadi dua bagian dan mengikatnya kelubang itu,robekan satunya lagi dia balutkan kekakinya,setelah itu Abu Bakar berkata kepada beliau “Masuklah!Maka beliau  pun masuk ke dalam gua.Setelah mengambil tempat didalam gua,beliau merebahkan kepala diatas pangkuan Abu Bakar dan tertidur.Tiba- tiba Abu  Bakar disengat hewan dari lubangnya.Namun,dia tidak berani bergerak,karena takut akan mengganggu tidurnya Rasulullah .Dengan menahan rasa sakit,air matanya menetes ke wajah beliau . ”Apa yang terjadi denganmu wahai Abu Bakar ?” Tanya beliau. Abu Bakar menjawab : “Demi ayah dan ibuku menjadi jaminanmu, aku digigit binatang.” Kemudain Rasulallah meludahi bagian yang digigit tersebut sehingga hilang rasa sakitnya.

  • Pengangkatan Beliau Sebagai Khalifah.

Setelah Rasulallah wafat, kaum muslim di Madinah, berusaha mencari penggantinya. Kaum Anshar setelah mendengar berita wafatnya Rasulallah itu, mereka berkumpul di suatu tempat dekat rumah Sa’ad bin Ubadah, yaitu Bani Saqifah. Mereka mencalonkan Sa’ad bin Ubadah, pemimpin Al Khozraj, sebagai pengganti nabi untuk memerintah. Kaum Al Aus belum memberikan persetujuan atas pencalonan itu.sementara salah seorang diantara mereka (kaum Anshor) bertanya : “Jika kaum Muhajirin Quraisy menolak dan berkata, kami adalah muhajirin, sahabat Rasulallah yang pertama keluarganya, walinya, dan mereka menolak, bagaimana siakp kita ? sebain besar diantara mereka menjawab : “Kalau begitu, mereka mempunyai pemerintah sendiri dan kita mempunyai pemerintah sendiri, dan kita tetap pada pendirian ini.”

khalifah abu bakar ash shidiq

Pemimpin-pemimpin kaum muhajirin yaitu Abu Bakar, Umar dan Abu Ubaidilah bin Jarroh segera menuju tempat pertemuan kaum Anshor, setibanya di tempat itu, Abu Bakar berpidato menyampaikan pendirian kaum muhajirin, inti pidatonya adalah menyampaikan keutamaan kaum muhajirin, sebagai orang-orang yang mula-mula beriman kepada Allah dan membenarkan RasulallahNya, membela dan menderita bersamanya. Karena itu mereka lebih ber hak memimpin ummat ini sesudah wafatnya beliau. Tidak dapat diingkari bahwa kaum Anshor juga memiliki kemuliaan dalam agama, tidak ada yang dapat menandingi keutamaan mereka dalam islam. Allah meridhoi kaum Anshor karena membela agama Allah dan RasulallahNya serta sahabat-sahabatnya. Karena itu kami orang-orang Muhajirin menjadi pemimpin dan kalian orang-orng Anshor menjadi menteri-meteri.

Kaum Anshor tidak puas dengan pidato Abu Bakar, karena itu Al Hubbab bin Mundzir bangkit lalu mengemukakan pendiriannya seraya berkata : “Wahai kaum Anshor, tetaplah kalian pada pendirian, karena sesungguhnya manusia berada dalam lindungan dan naunganmu. Janganlah berselisih, tidak ada jalan lain kecuali mengikuti pendapat kalian, kalian adalah orang-orang yang memiliki kemuliaan, kehormatan, manusia akan melihat apa yang kalian usahakan, maka janganlah kalian berbeda pendapat, sehingga merusak pendapat kalian. Bagi kita seorang pemimpin dan bagi mereka (Muhajirin) seorang pemimpin. Maka masing-masing pihak mempertahankan pendiriannya.

Dalam suasan yang demikian, Umar bin Khothob dan Abu Ubaidilah bin Jarroh langsung mambaiat Abu Bakar, kemudian Basyir bin Sa’ad tampil ke depan dan membaiatnya pula. Selanjutnya di ikuti oleh kelompok Al Aus kemudian oleh pemimpim-pemimpim kabilah lainnya. Pada saat itulah Abu Bakar memberikan khutbahnya yang terkenal dan tercatat dengan tinta emas dalam lembaran sejarah:

“Segala puji dan puji hanyalah milik Allah.Wahai kaum muslim semuanya,kalian telah memilihku sebagai kholifah padahal aku bukanlah orang terbaik di antara kalian.Oleh karena itu, jika berlaku adil, maka bantulah aku. Kejujuran adalah amanat sedangkan dusta adalah penghianatan. Orang yang lemah diantara kalian adalah orang yang kuat menurut pandanganku hingga aku berikan hak-haknya. Dan orang yang kuat diantara kalian adalah orang yang lemah dalam pandanganku hingga ia tunaikan kewajibannya. Janganlah kalian berhenti berjihad kecuali akan menerima kaehiaan dari Allah. Taatilah aku selama aku berada dalam ketaatan terhadap (perintah) Allah dan RasulNya. Dan jika aku bermaksiat kepada Allah dan RasuNya, maka tidak ada ketaatan kalian kepadaku.

  •  Wafatnya.

Setelah menderita sakit selama lima belas hari. Abu Bakar pun wafat pada tanggal 21 Jumadil Akhir 13 H (22 Agustus 634 M). dan beliau dimakamkan disamping makam suri teladan sahabat tercintanya, Rasulallah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments links could be nofollow free.