Doa Agar Diberi Keturunan Yang Sholeh dan Teladan

Doa Agar Diberi Keturunan Yang Sholeh

Doa Agar Diberi Keturunan Yang Sholeh. Anak yang shalih adalah buah hati dambaan orang tua dan harapan umat. Anak shalih adalah sosok anak yang berbakti kepada orang tuanya dan memberi manfaat kepada umatnya. Memiliki anak shalih merupakan anugerah istimewa dari Allah Ta’ala yang tidak bisa ditukar dengan harta dunia. Di antara keberkahan anak shalih adalah doa yang dipanjatkan olehnya untuk kebaikan kedua orang tua.

 

Doa Agar Diberi Keturunan Yang Sholeh dan Teladan

Untuk mendidik seorang anak agar menjadi anak yang shalih bukanlah pekerjaan yang ringan. Dibutuhkan pengorbanan, baik harta, tenaga, pikiran, dan bahkan doa. Berkaitan dengan doa memohon kepada Allah Ta’ala agar dianugerahi anak yang shalih. Allah Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Orang-orang yanag berdoa, ‘Wahai Tuhan kami. Jadikanlah istri-istri dan anak-anak kami orang yang shalin. Jadikanlah anak keturunan kami suri teladan bagi orang-orang yang shalih.” (QS. al-Furqan [25]: 74)

Doa yang terkandung dalam ayat ini bermakna permohonan kepada Allah Ta’ala agar isteri-isteri dan anak-anak dijadikan sebagai hamba yang taat kepada Allah Ta’ala, bertauhid, dan tidak berbuat syirik kepada-Nya. Sehingga kehadiran seorang istri dan anak tersebut benar-benar menjadi penyejuk jiwa yang membahagiakan.

Imam Ibnu Katsir berkata berkaitan dengan ayat di atas, “Yaitu orang-orang yang memohon kepada Allah Ta’ala agar lahir dari tulang rusuk mereka keturunan yang taat kepada Allah Ta’ala dan beribadah kepada-Nya semata yang tiada sekutu baginya.”Ibnu Abbas r.a. berkata, “Mereka yang dimaksud adalah yang mengerjakan amal ketaatan. Maka, meraka menjadi penyejuk jiwa di dunia dan akhirat.”Ikrimah, seorang ahli tafsir dari kalangan tabi’in berkata, “Meraka tidak menginginkan keturunan mereka cantik dan tampan, melainkan mereka mendamba keturunan yang taat.”Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata, “Yaitu mereka memohon kepada Allah untuk istri-istri dan anak-anak mereka agar diberi hidayah Islam.”

Makna doa yang diajarkan Allah Ta’ala dalam firman-Nya:

وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Jadikanlah anak keturunan kami suri teladan bagi orang-orang yang shalih.” Maksudnya adalah  seorang imam yang diteladani dalam hal kebaikan, sebagaimana ditafsirkan oleh Ibnu Abbas, al-Hasan, Qotadah, as-Suddi, ar-Robi bin Anas.

Seorang hamba yang mengharapkan kebahagiaan dunia akhirat akan senantiasa memohon kepada Allah Ta’ala segala bentuk kebaikan. Keturunan yang diteladani dalam hal kebaikan merupakan bentuk mutiara kebaikan. Keturunan yang baik akan menghiasi kehidupan orang tua dengan doa-doanya. Keturunan yang diteladani dalam kebaikan akan mengalirkan pahala terus menerus tiada terputus kepada setiap orang yang ikut andil dalam mendidiknya.

Keagungan yang terkandung dalam doa di ayat ini adalah permohonan kepada Allah Ta’ala agar menjadikan isteri dan anak kita dijadikan sebagai penyejuk jiwa dan teladan dalam kebaikan. Manfaat dari doa ini pada hakikatnya kembali orang yang berdoa. Karena istri yang shalihah, anak yang shalih, serta diteladaninya meraka dalam kebaikan akan mengalirkan pahala.

Disusun oleh: Abu Mujahidah al-Ghifari, Lc., M.E.I.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments links could be nofollow free.