Inilah Kesuksesan Hakikiki Yang Harus Anda Raih

Hidup itu hanya satu kali, tidak ada kesempatan untuk mengulanginya lagi, dan bila kematian telah menemuinya, maka hanya ada dua tempat kembali bagi manusia, yaitu mendapatkan syurga atau justru terpuruk mendapatkan seburuk-buruknya tempat kembali yaitu neraka.

Dan tentunya kita semua pasti menginginkan dimasukkan oleh Allah ke dalam Syurga-Nya, karena disanalah kenikmatan yang hakiki akan dirasakan, disanalah kesuksesan hakiki yang sesungguhnya. Karena itu selagi masih diberi kesempatan hidup di dunia ini pergunakan setiap waktunya untuk ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jangan tertipu dengan dunia, karena dunia adalah penjara bagi orang-orang mukmin, jangan pula tertipu dengan manusia yang senantiasa memperturutkan hawa nafsunya layaknya orang-orang kafir yang mengganggap bahwa dunia adalah syurganya.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ »

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim no. 2392)

Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menerangkan, “Orang mukmin terpenjara di dunia karena mesti menahan diri dari berbagai syahwat yang diharamkan dan dimakruhkan. Orang mukmin juga diperintah untuk melakukan ketaatan. Ketika ia mati, barulah ia rehat dari hal itu. Kemudian ia akan memperoleh apa yang telah Allah janjikan dengan kenikmatan dunia yang kekal, mendapati peristirahatan yang jauh dari sifat kurang.

Adapun orang kafir, dunia yang ia peroleh sedikit atau pun banyak, ketika ia meninggal dunia, ia akan mendapatkan azab (siksa) yang kekal abadi.”

Al-Munawi rahimahullah dalam Mirqah Al-Mafatih menjelaskan, “Dikatakan dalam penjara karena orang mukmin terhalang untuk melakukan syahwat yang diharamkan. Sedangkan keadaan orang kafir adalah sebaliknya sehingga seakan-akan ia berada di surga.”

Orang yang cerdas pasti akan memilih kehidupan yang lebih abadi dibanding kehidupan dunia yang semu dan sesaat ini, hatinya akan berusaha menundukkan hawa nafsunya dari keinginan-keinginan sesaat yang tak bermanfaat dan mengerjakan hal-hal yang bermanfaat untuk kehidupan setelah kematian.

Bila syurga adalah tempat yang abadi penuh dengan kenikmatan, kesenangan dan kebahagiaan, ternyata ada saja orang-orang  yang enggan untuk memasukinya, hal ini pernah disampaikan Rasulullah, sebagaimana yang terdapat dalam hadits Abu Hurairah Ad Dausi radhiyallahu’anhu yang diriwayatkan oleh Al Bukhari,

“Semua umatku akan masuk Surga, kecuali orang yang enggan.” Para sahabat bertanya, “Wahai, Rasulullah, siapakah yang enggan memasuki Surga?”. Beliau menjawab, “Siapa saja yang menaatiku, maka akan memasuki Surga. Dan siapa saja yang memaksiatiku, maka ia enggan masuk Surga.”

Dari hadist ini menunjukkan bahwa mereka yang enggan memasuki syurga adalah mereka yang tidak mentaati syariat Rasulullah sebagai utusan Allah Subhanu wa Ta’ala. Orang tersebut telah mencegah dirinya untuk masuk ke dalam surga dengan amal keburukan yang dia lakukan.

Karena itu wajib bagi setiap muslim untuk mentaati syariat Allah, serta mengikuti Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam setiap syariat yang beliau bawa. Beliau adalah Rasulullah yang hak, penutup para Nabi ‘alaihis shalatu wa salaam. Allah Ta’ala telah berfirman tentang Nabi-Nya,

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah menyayangimu dan mengampuni dosa-dosamu.” (QS. Ali ‘Imran :31)

Orang-orang yeang beriman akan terus mengejar kesempatan untuk memasuki Surga Allah, walaupun ia harus mengorbankan segalanya, merasakan kelelahan, mencucurkan keringat atau bahkan meneteskan darahnya. Ia selalu giat beramal saleh, karena yakin dengan janji-janji indah dari Allah. Allah berfirman,

تِلْكَ حُدُودُ اللّهِ وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ . وَمَن يَعْصِ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَاراً خَالِداً فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُّهِينٌ .

“Dan siapa saja yang menaati Allah dan Rasul Nya, maka akan dimasukkan ke dalam Surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Ia akan hidup kekal di dalamnya dan ini adalah keberuntungan yang besar. Dan siapa saja yang bermaksiat kepada Allah dan Rasul Nya serta melanggar batas-batas aturan Allah, maka akan dimasukkan ke dalam Neraka. Ia kekal di dalamnya dan baginya siksa yang menghinakan.” (QS. An Nisa: 13-14).

KIta berharap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar dapat meraih kesuksesan yang hakiki ketika kedua telapak kaki ini berhasil menginjakkan diri ke syurga Allah Subhanahu wa Ta’ala, Semoga Allah Istiqomahkan dalam ketaatan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments links could be nofollow free.